Beranda > Wisata > Gili Terawangan

Gili Terawangan

Liburan saat ini memang sudah lama dinanti – nanti, rencana sudah di rancang dari 3 bulan yang lalu oleh Bang Ringgo (kakak angkat), semula rencana ini di rancang berangkat 3 orang, dimana diantaranya Nobi, Ringgo dan Saya sendiri. Setelah beberapa hari sebelum hari keberangkatan kami mencari – cari informasi di Internet untuk Hotel dan hal – hal yang lain yang berkaitan dengan persiapan liburan. Informasi – informasi yang kami dapatkan sangatlah membantu mulai dari Peta, Informasi Hotel, tempat – tempat pariwisata, makanan khas, penyewaan mobil dan lain – lain yang berhubungan dengan Lombok.

Besok adalah hari yang kita sudah kami tentukan untuk berangkat, namun seketika Nobi bilang kalau dia tidak bisa ikut berangkat karena alasan ada upacara keluarga. Wah ini cukup sedikit mengguncangkan rencana – rencana yang telah di susun. Namun karena Nobi memang harus menghadiri acara keluarganya akhirnya Saya dan Ringgo tetap akan berangkat besok, namun kami berdua sedikit melakukan perubahan pada rencana yang telah di tulis dari jauh – jauh hari.

Hari ini adalah hari keberangkatan, namun saya harus masuk kantor dulu dari pagi sampai jam kantor usai. Dan akhirnya jam kantor pun usai, saya dan Ringgo mulai bersiap – siap untuk meluncur ke Lombok Sore ini. Terdengar suara Bel Mobil Taxi yang kita pesan dan dia sudah menunggu di depan, Ayo kita berangkat!!….

Kami memilih menuju ke Lombok dengan jalur laut, jadi pertama – tama kita menuju ke Padang Bae terlebih dahulu. Dari Denpasar ke Padang Bae ongkos Taxi Rp. 180.000, setelah sekitar 1 Jam kita sampai di pelabuhan Padang Bae. Pas banget begitu nyampe ternyata kapal memang udah siap disana, karena memang udah siap kita langsung aja beli Tiket kapal, Harga tiket per orang hanya Rp. 26.000 karena kita berdua tinggal di kali dua aja.

Wah kapalnya lumayan keren kayaknya sih Baru karena catnya masih kinclong, wihh semua serba otomatis di kapal ini, mulai dari pintu kapal yang memakai Sensor jadi kalau ada benda bergerak di depan pintu maka pintunya terbuka dengan sendirinya, begitu juga toiletnya air kerannya ngalir sendiri jika tangan kita dekat keran. Dan ruangannya juga keren banget pokoknya kapal penyebrangan yang pertama, yang paling keren, yang pernah saya naiki dan belum pernah saya temukan sebelumnya. Kami di atas kapal sekitar -+ 6 Jam. Dan akhirnya tiba di pelabuhan lembar.

Setibanya di lembar kami awalnya di janjikan akan di jemput oleh mobil sewaan yang sudah kami pesan jauh – jauh hari, namun setelah sekian lama kami menunggu tidak kunjung datang kami hubungi No televonnya juga tidak aktif, akhirnya kami putuskan untuk naik Taxi dari lembar ke Bangsal (penyebrangan dari pulau Lombok ke Pulau Gili Terawangan) namun kami sempat kebingungan dan merasa kurang nyaman oleh calo – calo yang sedikit memaksa untuk mengikuti jasa yang mereka tawarkan. Saran saya berhati – hatilah dan tetap bulat dengan keputusan anda alias jangan mudah di pengaruhi. perjalanan dari lembar ke Bangsal -+ sekitar 1,5 Jam perjalanan. Akhirnya kami sampai di bangsal jam 5 Pagi. tarif taxi dari lembar ke bangsal Rp. 75.000.

Di pelabuhan ini suasananya amat sept tidak seperti pelabuhan pada umumnya, bangunan kantornya pun terlihat sudah 60% rusak dan di depan bangunan itu kami menjumpai penjual Kopi dan makanan – makanan ringan yang cocok untuk di santap pagi – pagi gini. Yang jualan nenek – nenek gitu wah ramah banget dari si nenek juga kami mendapatkan cukup banyak informasi mengenai gili terawangan. Setelah beberapa lama kami menunggu akhirnya mulai berdatangan para calon penumpang ke gili terawangan. Akhirnya tiket kami beli dengan harga Rp.10.000 per orang. Kami menyebrang ke gili terawangan dengan perahu kecil yang bermuatkan sekitar 20 Orang. Wah ombaknya lumayan kenceng saat itu namun untungnya kami berdua anti mabuk perjalanan jadi ya kami tenang – tenang aja.

Sepanjang perjalanan kami melihat keunikan diantaranya, airnya laut amat jernih, kami bisa melihat batu karang yang cantik di dasar laut dari perahu yang kami tumpangi dan yang paling unit menurut saya adalah adanya ombak yang melintang di antara pulau gili terawangan dan gili air, ombaknya cukup besar dan memang saya melihat disana ada orang yang lagi Surfing. Anehnya ombak ini bergerak di tengah – tengah antara pulau gili terawangan dan gili air. Wah menurut saya ini keren banget.

-+ 40 Menit perjalanan kami tiba di gili terawangan. Begitu kami turun dari perahu saya mulai merasakan asingnya tempat ini bagi saya. Dimana tak satupun kendaraan bermotor yang bisa saya lihat disini. Dan tidak ada suara bising yang ada hanya suara ombak dan kicauan burung – burung dan juga terdengar lagu pantai yang beraliran rege, Menurut saya ini luar biasa. Kami mulai berjalan sambil menarik Travel Bag bersar yang berisikan pakaian kami berdua. Tak jauh berjalan kami menemukan Mini market (saya lupa namanya) disini saya berbelanja perlengkapan mandi dan air mineral dan beberapa makanan kecil lainnya. Harga disini cukup mahal mungkin karena disebabkan oleh transportasi barang – barang yang di jual dari luar pulau memerlukan biaya yang cukup tinggi. maka dari itu saya tidak terlalu memikirkan harga tinggi itu, naiknya juga tidak banyak sekitar 20% dari harga normal.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan untuk mencari Hotel untuk tempat istirahat karena kami dari kemarin tidak tidur sama sekali. Perlahan – lahan berjalan akhirnya tidak sengaja bertemu dengan pemuda yang menawarkan hotel murah kepada kami karena dari ceritanya cukup menarik akhirnya kami setuju saja untuk melihat kamar hotel yang di tawarkan. Kami lihat sih hotelnya cukup bagus dan gak mahal. Walaupun begitu di hotel ini banyak juga di penuhi sama Bule – bule jadi kami Deal aja untuk menempati kamar yang di tawarkan. Satu kamar dihargai Rp. 450.000 per malam dengan dua buah tempat tidur, satu buah kamar mandi, TV, DVD, AC,  1 Paket breakfast.

Kami istirahat sejenak, saat saya mandi agak merasa aneh dimana sabun yang saya pakai tidak berbusa setelah saya di cermati ternyata airnya terasa asin dan baru saya sadar kalau air di hotel ini air payau (setengah air laut setengah air tawar) sempat saya tanyakan ke petugas hotel memang semua hotel disini airnya adalah air payau. Setelah mandi saya keluar untuk melihat – lihat suasana disini, wah ini mengagumkan karena tidak ada kendaraan bermotor di sepanjang jalan. Jadi udara yang kita hirup memang berbeda dengan yang saya hirup di tempat – tempat sebelumnya seger banget. Saya banyak melihat Cidomo (dokar) disini, ini merupakan salah satu alat transportasi di pulau ini, dan kita bisa mengelilingi pulau ini dengan cidomo dengan tariff Rp 15.000 per orang. Atau bisa juga dengan menggunakan sepeda dengan harga Rp. 15.000 sepuasnya. Jalan disini masih belum berupa aspal jadi masih berupa pasir namun padat. Setelah beberapa jauh berjalan banyak hal yang kami temui disni (tidak bisa saya ceritakan karena terlalu banyak) akhirnya kami berdua mulai lapar dan tidak sengaja ada warung yang menjual makanan local, yaudah kita beli aja disna mie instan (karena kebelet aja udah laper banget) harganya normal dalam artian 20% dari harga normal.
Wahh udah kenyang neh, kita melanjutkan perjalanan lagi, karena hari udah mulai sore kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk mengganti pakaian karena dalam jadwal saat ini adalah giliran untuk berSnorkeling (berenang melihat terumbu karang di laut) sewa alat renang yang terdiri dari Kacamata renang, alat bantu pernafasan di air dan kaki kodok (alat yang di pasang di kaki untuk berenang) hanya dengan Rp 15.000 untuk sepuasnya.

Dan kita mulai berSnorkeling deh, wah Amazing ternyata disini lautnya itu dengan jarak 50 Meter dari bibir pantai lautnya seperti jurang gitu wah saya sedikit ketakutan pada awal – awal, namun karena saya melihat banyak bule yang berani berenang disana jadi saya juga mulai berani, dan akhirnya berani. Perlahan – lahan saya memperhatikan terumbu karang disini memang berkelompok – kelompok jadi tidak semua bagian adalah terumbu karang. Namun saya menemukan satu terumbu karang yang besar dan lebar dimana disana hidup ikan – ikan yang cantik dengan berbagai jenis dan ukuran. Woow ini luar biasa ini indah banget. Setelah cukup lama berendam di air saya putuskan untuk beristirahat ke daratan. Dan saya melihat wisatawan sudah mulai memenuhi bibir pantai dan saya ikut bergabung di antara mereka. Sambil memandang keindahan pantai ini, pasirnya yang putih airnya yang jernih sehingga jika dilihat dari pesisir pantai antara kombinasi putihnya pasir dan jernihnya air laut menciptakan effect yang luarbiasa.

Saat ini sudah mulai sore dan perut juga udah mulau keroncongan (effect berenang) akhirnya kami putuskan utnuk kembali ke hotel, dan langsung mandi. Dan sekarang saatnya untuk makan malam. Kami berjalan kearah yang berlawanan dimana jika tadi siang kami ke kiri dari hotel dan pada malam ini kami kearah kiri (maklum kami bingung arah mata angin di pulau ini). Setelah berjalan cukup jauh kami menemukan Restaurant yang tidak terlalu ramai pengunjung dan sepertinya disini asik. Yaudah tanpa basa – basi kami langsung memesan makanan disini. Yang saya pesan adalah Nasi goreng special + Coca-cola Kaleng dingin. Harga nasi goreng Rp. 15.000 dan coca cola Rp. 8.000

Dan perut sekarang udah kenyang namun kami tidak langsung beranjak karena ingin menikmati suasana disini. Namun tidak sengaja pelayan yang sekaligus pemilik dari Restourant ini menegur sapa kami dan terjadilah perkenalan dan ngobrol yang asik. Namanya adalah Andika, orangnya ramah dan baik banget dan diapun mengajak kami pergi ke salah satu Bar yang terkenal disana, saya tidak ingat nama Barnya tapi tempat ini keren banget dimana atap terbuat dari bahan dedaunan yang sudah di keringkan dan dinding 100% terbuat dari kayu yang di design alami. Jadi mirip seperti rumah adat asli sini. Dan kamipun memesan 1 meja yang berisi 6 tempat duduk disini tempatnya outdor. Kami memesan 4 Pitcher minuman (saya lupa namanya) menurut Andika minuman ini yang paling nikmat di Bar ini, yaudah kita turutin aja, setelah saya coba memang minuman ini punya rasa yang beda enak banget deh pokoknya. Dan malam hampir larut kami pun pulang dalam keadaan sedikit mabuk, mungkin karena mabuk saya sampai kehilangan HP disana. Wah agak kesel sih tapi udahlah itu memang karena saya sendiri yang ceroboh.

Alarm di Hp Ringgo sudah berbunyi itu artinya sudah pagi neh, karena memang dalam jadwal kami di gili terawangan hanya satu setengah hari saja jadi jam 1 siang harus sudah balik ke Pulau Lombok. Namun karena kami putuskan untuk balik lebih cepat akhirnya kami segera bersiap – siap untuk berangkat ke Lombok. Kami Cek Out dari hotel dan membayar sewa kamar dan langsung ke pelabuhan kecil di gili terawangan kebetulan tidak jauh dari hotel kami. Setelah beberapa lama menunggu ahirnya salah satu perahu siap berangkat. Harganya masih sama yaitu Rp. 30.000.

Dan saat di perahu saya teringat dengan hari – hari kemarin saat berenang, berjalan – jalan dan menikmati malam di Bar bersama teman baru, saya jadi tidak iklas meninggalkan pulai itu. Tapi petualangan kami di Lombok masih menunggu, jadi saya rasa ini belum berakhir.

Berikut adalah Video kami saat berlibur ke Gili Terawangan :

Kategori:Wisata
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: