Beranda > Wisata > Gunung Batur

Gunung Batur

Gunung batur merupakan salah satu gunung Aktif di Kecamatan kintamani Kabupaten bangli – BALI. Gunung ini terletak di Barat laut gunung Agung, dan memiliki kaldera berukuran 13,8 X 10 KM dan merupakan salah satu terbesar dan terindah di Dunia. Kegiatan letusan gunung Batur ini tercatat dalam sejarah dimulai sejak tahun 1804 dan letusan terakhir terjadi pada tahun 2000. dan memiliki pemandangan yang luar biasa cantiknya.

Maka dari itu, aku dan teman – teman pengen ngerasain gimana sih kecantikan gunung batur itu… berawal dari rasa penasaran inilah, aku bisa menginjakan kaki di puncak gunung batur.

Pada tanggal 22 Mei 2010, pada waktu itu bertepatan dengan hari raya kuningan (Hari raya agama hindu) dimana aku dan teman – teman lagi libur. Jadi inilah waktu yang tepat untuk melakukan pendakian.

Sempat hampir tertunda, gara – garanya ada dua personil minta batal ikut mendaki, wahhh… pada hari itu juga kita undang mereka berdua dan memaksa mereka untuk ikut, wahh kedengerannya jahat banget, tapi itu semua demi kelancaran bersama, karena pendakian ini sebenarnya udah di rencanakan jauh – jauh hari. Jangan sampe hari H jadi buyar gara – gara masalah ini. Setelah 1 jam diskusi akhirnya mereka berdua setuju untuk ikut, itu pun maksanya minta ampun.. hehehehe… ga apa – apa yang penting ikut aja lah…

Kita berangkat jam 13:00 Siang bolong, tepatnya habis melakukan persembahyangan di sanggah. Kami berangkat 6 Orang, Kali ini kita berkendara sepeda motor. Totalnya 3 Motor masing – masing 2 Orang. Sepanjang jalan kita ambil gambar dan Video sampe orang – orang ngelin semua hehehe tapi ga peduli, besok juga ga bakalan ketemua sama mereka lagi hehehe jadi Cuek aja…

Setibanya di kintamani, kita sepakat untuk berkeliling – keliling dulu di pinggiran danau, sambil menikmati sejuknya udara disana. Terus bergerak ke Utara sampai di deket – deket lereng gunung Batur, wahhh bukit dan Bebatuannya keren banget, view danaunya juga keren abiss… sudah puas berkeliling – keliling, kita putuskan untuk mencari Hotel atau penginapan yang ada di deket – deket sini. Beberapa Hotel kita masuki namun harganya cukup mahal, hehehe biaaaasssaaa lahhh kita kan suka yang murah tapi bagus. Dan akhirnya kita dapet tuh Hotel yang Murah 1 kamarnya cuman Rp 100.000 Per Malam.

Begitu kita Cek In langsung deh mandi… biiihhhh airnya dingin buuuanget… gila gigiku ampe gemeteran. Setelah mandi kita nyari makan keluar karena di hotelnya sendiri gak ada Restorantnya… hahaha tapi gak tau juga sih apa cumin kita gak ngeliat atau gimana hehee… kita putusin untuk makan diluar aja, sekalian lihat suasana malem di sekitaran desa dan sekalian beli stok makanan buat mendaki, wahhhh disini kagak ada yang namanya Supermarket bro.. jadi disini tuh cuman ada warung – warung gitu, tapi kebetulan yang aku datengin itu lumayan lengkap sih barang – barangnya, perlengkapan – perlengkapan mendaki hampir ada kok disana, seperti Senter, battery, Obat – obatan dan lain – lain. Setelah itu kita lihat ada warung makan Ikan Gurami, wahhh pas lewat di depan warung tuhh wiiiiihhhhh Aroma masakannya itu yang bikin ga tahan, akhirnya kita makan disana, Harga 1 Porsi = Rp 6.000 biiihhhh Enak buuanget broo… Sumpah!

Abis makan, kita langsung balik ke Hotel. Siap – siapin untuk pendakian, kemas – kemas barang + Makanan tentunya. Habis kemas – kemas kita setting alaram langsung deh tidur. Wuuuhhh dingin banget disini bro… kamu kayaknya perlu bawa tambahan selimut tuhh dari rumah. Hehehehe…..

Tepat jam 02:00 malam, aku dan teman – teman udah pada bangun padahal alaram kita pasang jam 03:00 hahahaha apa karena udah gak sabar mendaki kaleee yee…

Kita udah mulai bersiap – siap mulai dari cek kembali barang bawaan dan perlengkapan mendaki lainnya biar gak ada yang kelupaan. Sambil becanda ketawa – ketiwi di kamar gak terasa udah jam 03:00 akhirnya kita putuskan untuk berangkat ke Start pendakian.

Karena jarak Hotel dan Start pendakian lumayan jauh -+ 700 Meter, kita berangkat dengan sepeda motor aja kesana. Sesampainya disana ternyata udah ada banyak Touris – touris mancanegara maupun Lokal disana, namun belum ada yang berangkat. Sambil menunggu kita cari makanan kecil dulu, kebetulan disana ada warung – warung kecil gitu, Harga yang ditawarin juga gak terlalu mahal gak beda jauh ama harga – harga pasaran biasa. Aku beli POP MIE itu cuman Rp 6.000, Telor rebus Rp 1.000, Kopi Rp 2.000

Selesai isi perut kita coba nyari informasi tentang harga Jasa Guid, itu harga yang ditawarkan per 3 Orang pendaki 1 Guid =  Rp 300.000 Tapi karena salah satu teman disini udah pernah melakukan pendakian sebelumnya jadi kita gak perlu menggunakan jasa Guid lagi. Hehehehe….. pengiritan…

Tepat jam 04:00 Pagi kita mulai start pendakian bergerak lurus melewati ladang Sayur, seperti Tomat, Cabe, Kol, dan sayur – sayur lainnya. Di sepanjang perjalanan terdengar nada – nada merdu dari jangkrik dan kelap – kelip kunang – kunang. Wah indah banget deh pokonya sepanjang jalan. Gak sadar kita udah berada di pertengahan ketinggian gunung, Saking Keasikan jalan, ehhhh kok kami ketemu ama jalan yang ada gua guanya segala, berlika – liku dan sepertinya bukan track untuk pendaki. Wahhhh lama – lama baru kita sadar kalau kita salah jalan dan nyaris tersesat. Wah perasaan saya waktu itu udah mulai gak enak tuh… akhirnya kita lihat sinar – sinar Senter pendaki lainnya dari kejauhan, nah akhirnya kita potong jalan ke semak – semak untuk ke Arah senter tersebut. Dengan harapan itu emang bener – bener pendaki yang bawa Guid. Wahh sudah makin deket akhirnya si Guid teriakin kita “Wee bli, kok bisa dari sana? Awas ada ular Cobra disana…”   Buuiiiiihhh… langsung saya loncat – loncat ke gelian… (saya paling takut ama ular) Akhirnya kami membuntuti terus sang Guid dari kejauhan.

Setelah sekian jauh berjalan, kami sampai di POS I, kami istirahat sejenak disana sambil minum minuman Suplement biar tenaga lebih kenceng. Gak lama – lama akhirnya perjalanan kami lanjutkan. Setelah lama berjalan kaki akhirnya kami tiba di POS II disana kami malah nyaris gak singgah cuman berhenti minum doang, dari POS II ini pemandangannya udah mulai kelihatan tapi masih berupa lampu – lampu kecil aja karena hari masih gelap jadi pemandangannya gak begitu jelas. Kami lanjutkan perjalanannya. Ehhhh kita nemuin semacam pertigaan, wahh bingung milih jalan yang mana kiri atau kanan, wah kita sepakat ke Kanan gak terlalu juah jalan ada bapak – bapak nanyain “Gus… Mau kemana?… kalau ke puncak gunung itu kesini bukan kesana!!  Itu jalan turun ke desa” Wah wahh…. Salah jalan lagi, tapi untungnya gak terlalu jauh. Untung ada si bapak.

Ini sekarang jalannya makin terjam, wah kira – kira itu 75 Derajat, bukan cuman itu jalannya berpasir kasar wahhh kebayang gak licinnya, kita ampe ngos ngosan naiknya, dari jalan ini terlihat puncak gunung BATUR tinggal kira – kira 200 Meter lagi. Wahhh jadi makin semangat… gak lama akhirnya kita sampai di puncak gunung Batur wOOoooWW… Pemandangannya Luaarr Biaasaa…Cantik banget…. Sanrise udah mulai kilihatan namun hanya berupa sinar lembut, wahh seumur hidup baru kali saya melihat pemandangan se cantik ini.

Saya hitung hitung perjalanan kami dari Lokasi Start sampai puncak gunung Batur memakan waktu -+ 2 setengah jam. Dan saya lihat sepatu yang saya pakai udah robek – robek di pinggirnya padahal baru belinya semalem, wahh… untuk itu saya sarankan pakailah sepatu yang lebih kuat, karena sepanjang jalan yang kita tempuh adalah bebatuan dari lahar yang membeku, jadi beberapa bagiannya itu tajam yang mengakibatkan sepatu tergores hingga sobek – sobek kecil. Tapi tergantung gimana cara jalannya sih.. karena kalau saya jalan tuh ngawur kalau udah kecapean ehehehehe…

Begitu sunrise mulai muncul, terlihat di sekeliling kita pemandangan yang amat mahal harganya sungguh menyegarkan pikiran. Suasananya sepi tanpa suara burung tanpa suara apapun kebayang gak?… inilah yang saya rasa keheningan suasana yang sesungguhnya.

Wahh sulit diungkapkan dengan kata – kata, jika kamu ingin merasakan apa yang saya rasakan saat di puncak gunung batur, maka kamu musti coba membuktikannya sendiri dengan mendaki gunung ini.

Nah ini ni Foto – foto kita waktu itu :

Dan berikut adalah Video dokumentasi kami saat mendaki Gunung Batur – Bali

Part I

Part II

Part III

Part IV

 

Kategori:Wisata
  1. Vonnie
    Januari 1, 2012 pukul 11:46 am

    Bisa kasih tau nga nama penginapan yang murah disana? Trus ada nga kendaraan umum kesana? Kalau naik motor, pas pendakian motornya diparkirkan disana?

    • April 20, 2012 pukul 12:51 pm

      kalau penginapan saya sudah bahas di conten… kami per malam dapet dengan harga 100ribu… itu sederhana sih kamarnya, tapi lumayan kan, tujuan kita kan biar bisa istirahat aja. kalau kendaraan, nah ini dia yg sulit, saya belum pernah lihat disana ada penyewaan kendaraan, kalau mau sewa mending di Denpasar. dan kendaraan umumpun sepertinya sulit juga sob, waktu itu saya tidak meratiin juga masalah itu… kalau bawa kendaraan sendiri, itu parkirnya luaaaaas buuuanget…. tenang aja kalo masalah parkir sob…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: