Beranda > Wisata > Mangrove Bali

Mangrove Bali

Mangrove atau biasa di sebut hutan bakau, Hutan yang tumbuh di atas rawa – rawa yang berair Payau yang terletak di garis pantai dan dikawasan ini sering terdapat pasang surut air laut. Kawasan ini juga berlumpur dan banyak hidup binatang – binatang laut seperti Kepiting, ikan – ikan kecil, kura – kura dan lain sebagainya.

Yang saya jelaskan diatas adalah hutan bakau pada umumnya, nahhh… di kawasan Selatan Denpasar tepatnya di kawasan pesanggaran Jln. By pass ngurah rai, Hutan Bakaunya berbeda, disana ada hutan bakau dimana kita bisa menelusuri hutan bakaunya dengan berjalan kaki santai, sambil menikmati indahnya pemandangan hutan bakau dan merdunya suara burung – burung berkicau suasananya juga sejuk. Sebagian pengunjungnya adalah Turis Lokal. Harga Tiket masuknya berkisar antara :

 

Lokal                      : Rp. 5.000

Mancanegara          : Rp. 25.000

 

Jadi saya rasa ini harga yang sangat murah untuk menikmati keindahan Mangrove Dengan berjalan – jalan dengan keluarga, teman, atau pacar tercinta. Atau hanya sekedar berfoto – foto, karena tidak sedikut Film – Film di TV Indonesia pernah main Film ditempat ini. Jadi udah tidak diragukan lagi kalau tempat ini memang benar – benar kerenss…

 

Pertama kali saya ketempat ini pada tanggal 11 September 2010, pada waktu itu saya dan saudara – saudara saya bingung mau jalan – jalan kemana, Ide pergi ke mangrove ini muncul saat saya melihat Foto – foto salah satu teman saya di Facebooknya, wahh dari saya saya lihat tempatnya kren banget, akhirnya kita putusin untuk pergi kesana. Nah… awalnya saya tidak tau tempatnya dimana karena taunya cuman nama jalannya Jln. By Pass ngurah rai, kebayang gak jalan by pass ngurah rai itu panjang banget, tapi yang berkawasan pantai itu dari Sanur sampai Simpang Siur, nah kita telusuri deh dari sono, akhirnya setelah jauh mencari – cari ketemu deh ama Balihoo yang ada tulisannya Mangrove dan juga ada gambar – gambar jalan berpagar terbuat dari kayu yang membentang di hutannya, nah kita coba tuh masuk kesana, wah ternyata benar ini tempatnya. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, haus melanda hahaha… untungnya disini ada semacam warung kecil yang menjual makanan dan minuman dingin wah kebetulan sekali. Harganya juga sama ama harga harga biasanya alias gak mahal (Biasanya kalau di tempat pariwisata agak mahal) ahirnya kita masuk hutan bakau ini dengan membayar tiket masuk per orang Rp. 5.000 (Turis Lokal).

 

WIhhhhh…. Baru masuk aja suasananya udah kren banget, dan saya melihat disini banyak banget pengunjungnya , dari pada lama lama saya jadi penasaran nih kaya gimana sih didalam sana…

Ni nih Foto – fotonya (Maaf kalo foto – fotonya kurang bagus maklum amatiran):

Di parkiran ada warung amatiran (warung kecil non permanen) disana dijual berbagai macam minuman dan makanan ringan, harganya gak mahal alias sama dengan warung – warung yang sering kita jumpai di jalan – jalan. Ibu yang jugalan juga ramah banget hehehehe….

 

Di pintu masuk nanti ada bapak – bapak yang ngejagain, nah disana tuh kita beli tiket masuknya untuk turis local Rp 5.000 aja dan Rp 25.000 untuk turis manca negara. nah setelah bayar saya mulai deh jalan ke dalem.

 

Setelah beberapa jauh berjalan terdapat bangunan dari kayu yang berbentuk menara ditengah – tengah hutan bakau, disini kita bisa melihat pemandangan hutan bakau secara keseluruhan, sayangnya banyak terdapat coret – coretan oleh tangan – tangan jahil pada dinding – dingding kayu, sehingga tampak agak kotor. tapi walaupun begitu menara ini tetap terlihat klasik dan kokoh.

Ini adalah hutan bakau yang terlihat dari menara ini :


Setelah puas ngeliat pemandangan dari menara, saya melanjutkan perjalanan lagi… wah ternyata panjang juga ya tracknya..

Sepanjang perjalanan terdengar kicauan burung dan suara – suara yang khas terdengar di kawasan hutan, jadi perasaan saya saat itu memang benar – benar berada di hutan (hehehe emang lg ada di hutan)

selain kicauan burung disini kita banyak menjumpai ikan dan kepiting – kepiting lucu, tapi belum tau kepiting – kepiting itu bisa di bawa pulang atau ngak. bagi anda yang suka makan kepiting pasti ngiler deh… gede gede buuuanget kepitingnya.

Setelah berjalan – jalan tubuh mulai lemes karena kekurangan cairan, uuuhh haus banget untung udah bawa bekal minuman ama makanan ringan heehe sekarang kita istirahat sejenak.

hahaha liat aja tuh, gaya minumnya aja udah kaya gitu tergambar banget hausnya kaya gimana. saran saya buat anda kalau mau pergi kesini minimal bawa air mineral, karena didalem hutan ini gak ada penjual minuman ataupun makanan.

Setelah haus hilang saya dan teman – teman siap berjalan lagi mengelilingi hutan bakau ini.

Di ujung dari hutan ini ternyata tembusnya di muara atau laut dengan air payau, namun sayangnya saat ini airnya surut namun menurut teman saya kalau airnya pasang hutan bakau ini terlihat lebih indah. dan disini juga dekat dengan bandara ngurah rai. jadi beberapa menit terdengar pesawat yang sedang Take Off.

Setelah sampai di ujung tracknya berbelok ke kiri dan lanjuuuuuuut… perjalanan dari ujung hutan sampai ke pintu keluar sama jauhnya, jadi masih butuh tenaga ektra untuk kembali ke pintu keluar.

Bersambung…

Kategori:Wisata
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: